Magister (S2) Studi Islam Madani Di Jakarta


Magister (S2) Studi Islam Madani di Jakarta: Berikut ini kami sampaikan informasi tentang Program Magister (S2) Studi Islam Madani Universitas Paramadina sebagai berikut:
Program Studi: Magister Studi Islam Madani
Program Pascasarjana Universitas Paramadina

Alamat Kampus : Jl. Gatot Subroto Kav. 97 Mampang Jakarta Selatan 12790

Syarat Mahasiswa:
– Syarat Calon Mahasiswa: S1/D4 semua bidang studi
– Beban dan Masa Studi: 40 SKS dalam 4 semester
– Kurikulum KLIK DISINI
Pilihan Waktu Kuliah:
KULIAH MALAM

  • Senin – Jumat Jam 18.30 – 21.00 WIB

KULIAH SABTU DAN ELEARNING:

  • Sabtu Jam 07.00 – 18.00 WIB + Elearning

Untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam belajar maka disediakan Fasilitas ELearning untuk perkuliahan, agar mahasiswa dapat belajar tanpa batas waktu dan tempat.
E-Learning adalah proses belajar yang diakses melalui internet selama 24 jam sehari ditambah tatap muka dikelas 8x dan ujian 2x dalam satu semester
Biaya Kuliah dan Pendaftaran KLIK DISNI
Tentang Program Studi

Program Studi Magister Ilmu Agama Islam (PSMIAI) Universitas Paramadina menawarkan jenjang pendidikan S2 dalam Ilmu Agama Islam. PSMIAI UPM memberikan perhatian dan dorongan kuat pada riset-riset yang berkaitan dengan bidang-bidang studi yang telah disebutkan di atas. Selain dari bidangbidang tsb. perhatian kuat juga akan diberikan pada studi perbandingan etika agama. Agama sebagai paradigma etis diyakini dapat membimbing arah perkembangan sains dan teknologi.

PSMIAI juga menaruh perhatian pada masalah keadilan sosial, demokrasi, dan hak asasi manusia. PS MIAI UPM mempunyai komitmen terhadap ide bahwa nilai-nilai dan data empiris yang diperoleh dari sejarah, literatur dan pemikiran suatu tradisi agama, falsafah, dan kebudayaan/ peradaban dapat memberikan informasi dan ilham bagi studi tradisi agama, falsafah dan kebudayaan/peradaban lain. Oleh karena itu di luar komitmen terhadap studi dalam bidang yang menjadi pilihan mereka, pengajar  dan mahasiswa di PSMIAI UPM juga  mempunyai komitmen untuk saling tukar menukar riset dan pemahaman mereka dengan sesama pengajar dan mahasiswa lain yang mempunyai bidang studi berbeda.

Tujuan
PMIAI Universitas Paramadina – ICAS  bertujuan untuk menghasilkan cendikiawan, peneliti dan pemikir yang mampu memahami secara komprehensif, holistik dan integratif persoalan keilmuan dan kemasyarakatan, problem nilai-nilai dan etika kontemporer, dan mampu berperan dalam memajukan kemanusiaan dan pencerahan pemikiran berdasarkan Islam, baik di tingkat nasional dan internasional.
STAF PENGAJAR

  1. Prof. Dr. Abdul Hadi WM (Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia)
  2. Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D (Department of Religion, Concordia University, Montreal, Quebec, Kanada)
  3. Dr. Phil. Suratno (Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt am Main, Germany)
  4. Dr. Herdi Tri Nurwanto (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
  5. Dr. Husain Heriyanto  (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok)
  6. Fachrizal Halim, Ph.D. (Institute of Islamic Studies, McGill University, Montreal, Quebec, Kanada)

Dosen/Pengajar Luar Biasa:

  1. Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta)
  2. Prof. Mulyadhi Kartanegara, Ph.D. (University of Chicago)
  3. Prof. Bahtiar Effendi, Ph.D. (Ohio State University, Columbus, AS)
  4. Prof. Dr. Zainun Kamal (Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta)
  5. Associate Professor Dr. M. Syafii Anwar (University of Melbourne)
  6. Dr. Haidar Bagir (Faculty of Science of Culture, University of Indonesia, Depok)
  7. Dr. Budi Munawar-Rachman (Driyarkara Graduate School of Philosophy, Jakarta)
  8. Prof. Dr. Asep Usman Ismail (Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta)
  9. Prof. Dr. Oman Fathurahman (Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta)
  10. Ayang Utriza Yakin, Ph.D. (École des hautes études en sciences sociales (EHESS, School for Advanced Studies in the Social Studies), Paris)
  11. A. Nasruddin Latief, MA (Quaid Azam University, Islamabad, Pakistan)